Pemerintah memberikan tax holiday, insentif untuk Makati City Subway
Money

Pemerintah memberikan tax holiday, insentif untuk Makati City Subway

Proyek kereta bawah tanah Makati City akan diberikan pembebasan pajak penghasilan selama empat tahun diikuti dengan insentif pajak selama lima tahun, Departemen Keuangan (DOF) mengumumkan Senin.

Menurut DOF, Badan Peninjau Insentif Fiskal (FIRB) menyetujui insentif yang mencakup pembebasan pajak, dan pengurangan lima tahun yang ditingkatkan dan pembebasan bea impor untuk konstruksi, operasi, manajemen, dan pemeliharaan proyek kereta api.

“Insentif yang disetujui tidak akan berlaku untuk kegiatan bisnis lain yang akan dihasilkan dari operasi kereta bawah tanah,” kata DOF dalam sebuah pernyataan email.

Insentif tidak termasuk sewa area ritel dan iklan, yang akan dikenakan tarif pajak penghasilan badan reguler dan pajak lain yang berlaku.

Philippine Infradev Holdings Inc. pada Juli 2019 mendapat persetujuan dari Dewan Kota Makati untuk syarat dan ketentuan proyek, yang mencakup konstruksi, pengoperasian, dan pengelolaan sistem kereta bawah tanah di dalam kota.

Pemerintah kota pada Oktober 2018 memberikan proyek kemitraan publik-swasta kepada konsorsium Filipina Infradev (sebelumnya IRC Properties), untuk dilaksanakan melalui perjanjian usaha patungan.

Konsorsium tersebut terhitung sebagai anggota Philippine Infradev dan mitra China-nya Greenland Holdings Group, Jiangsu Province Construction Group Co. Ltd. Holdings Ltd., dan China Harbour Engineering Company Ltd.

Infradev Filipina melakukan peletakan batu pertama untuk proyek kereta bawah tanah pada Desember 2018.

Sistem kereta bawah tanah terlihat secara signifikan mengurangi kemacetan lalu lintas di Makati dengan menyediakan layanan transportasi alternatif hingga 700.000 komuter, dan mengurangi jumlah kendaraan yang melintasi jalan-jalan kota menjadi 270.000.

DOF mengatakan pihaknya mempertimbangkan proyeksi peningkatan produktivitas ekonomi tahunan sebesar P24,4 miliar, setelah kereta bawah tanah mulai beroperasi pada tahun 2026.

“Ini akan dipantau, bersama dengan proyeksi manfaat lainnya, sesuai dengan prinsip pemberian insentif berdasarkan prestasi atau kinerja yang terkandung dalam Undang-Undang Pemulihan Perusahaan dan Insentif Pajak untuk Badan Usaha (CREATE),” katanya. —KG, Berita GMA


Posted By : tgl hk