Filipina menarik diri dari inisiatif industri ekstraktif global dengan validasi ‘bias’ GMA News Online
Economy

Filipina menarik diri dari inisiatif industri ekstraktif global dengan validasi ‘bias’ GMA News Online

Filipina telah mundur dari Inisiatif Transparansi Industri Ekstraktif (EITI) karena metrik dan prosedur yang “dipertanyakan”, Departemen Keuangan (DOF) mengatakan Rabu.

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email, DOF mengatakan Menteri Keuangan Carlos Dominguez III memberi tahu Ketua EITI dan mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark tentang keputusan tersebut dalam sebuah surat tertanggal 20 Juni 2022.

“Kami menemukan bahwa cara Dewan EITI melakukan Validasinya terlalu subjektif, bias, dan tidak adil,” bunyi surat itu.

“Filipina tidak percaya pada kemampuan EITI untuk melakukan proses Validasi yang tidak memihak, transparan, dan berbasis bukti,” tambah Dominguez dalam surat tersebut.

DOF mengetuai Inisiatif Transparansi Industri Ekstraktif Filipina (PH-EITI), yang mengatur pelaksanaan EITI di negara tersebut.

EITI adalah inisiatif internasional di mana negara-negara anggota berkomitmen untuk mengungkapkan inflasi yang melibatkan rantai nilai industri ekstraktif, dan menyetujui seperangkat aturan umum yang mengatur apa yang harus diungkapkan dan kapan.

Dewan EITI awal tahun ini mengatakan Filipina hanya memenuhi sebagian implementasi, dengan alasan perlunya memperbaiki lingkungan untuk partisipasi masyarakat sipil.

Validasi mengidentifikasi dugaan contoh intimidasi kegiatan masyarakat sipil dan jurnalis di Filipina, menambahkan bahwa ini mungkin terkait dengan intervensi atau posisi pada isu-isu mengenai investasi ekstraktif.

“Kesimpulan penilaian Validasi, bahwa Persyaratan 1.3 ‘terpenuhi sebagian’ mencerminkan keprihatinan serius terkait pelanggaran protokol masyarakat sipil,” kata Clark pada Februari.

“Tindakan korektif sangat mendesak dan perlu. Keputusan untuk meninjau kembali penerapan mekanisme perlindungan pada bulan Oktober merupakan indikasi dari niat Dewan untuk secara aktif memantau situasi, ”tambahnya.

Untuk bagiannya, DOF mengatakan telah berulang kali mencari perincian tentang masalah yang seharusnya terjadi di ruang sipil agar pemerintah dapat menanganinya, tetapi tidak diberikan perincian oleh EITI.

Ia juga menyebut EITI karena dianggap tidak memiliki proses hukum, dan karena memaksakan tindakan pada Filipina yang diduga melanggar kedaulatannya.

“Kami menolak untuk disandera oleh tuduhan yang tidak diverifikasi dari orang asing dan orang-orang yang tidak memiliki mandat dari pemilih,” kata Dominguez.

“Pemerintah akan terus memperjuangkan pengelolaan sumber daya dan pendapatan yang lebih baik, dan memastikan pemanfaatan sumber daya tetap terbuka, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi rakyat Filipina,” lanjutnya.

Indeks Pertambangan dan Minyak dari Bursa Efek Filipina ditutup Rabu di 11.399,17, turun 94,22 poin atau 0,82%. PSEI utama kehilangan 117,19 poin atau 1,86% menjadi ditutup pada 6.168.00. — RSJ, GMA News


Posted By : hk hari ini keluar